Kamis, 25 Agustus 2022

AJARAN SPIRITUAL TUMPENG

Pesan-pesan filosofis & moral Jawa didalamnya. 


Tumpeng juga mengandung ajaran spiritual didalamnya. Bentuknya kerucut gunung adalah menunjuk selalu ke arah SANG MAHA. Bentuknya kerucut menyebabkan jumlah nasi yang ada dibawah sangatlah banyak sekali, sedangkan semakin keatas semakin sedikit & yang ada dipuncak hanya ada satu butir nasi atau upa. Hal tersebut mengandung makna adanya tingkat spiritual atau kedewasaan rohani beserta perilaku hidup sehari-harinya yang berbeda-beda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya diseluruh muka bumi ini.


Tingkat spiritual atau kedewasaan rohani tidaklah seiring sejalan dengan kedewasaan fisik seseorang. Banyak sekali anak-anak yang masih muda fisiknya berusia 15 tahun, 17 tahun, 20 tahun, 30 tahun, tetapi pola pikirnya, tutur katanya, perilaku hidupnya, telah selalu mengarah kepada TUHAN, kekudusan, keilahian, kebaikan, CINTA KASIH kepada TUHAN & sesama. Hal tersebut menunjukkan adanya kedewasaan rohani atau tingkat spiritual yang tua atau dewasa atau tinggi. Sebalikknya juga banyak sekali orang-orang yang secara fisik udah berusia tua 50 tahun, 60 tahun, 70 tahun, tetapi pola berpikirnya, tutur katanya, perilaku hidupnya sehari-hari sangatlah kasar & materialistis, suka berpikir kotor, mengucapkan kata-kata kotor, & suka melakukan tindakan-tindakan kotor, caci maki, sumpah serapah, dendam, sakit hati, pemarah, penaik darah, suka berkelahi, berjudi, mengumbar nafsu seksual, suka minum ninuman keras, narkoba, mencuri, menipu, korupsi, main kuasa, diktator, tdk demokratis, menghalalkan segala cara untuk dapat meraih semua yang diinginkannya, sampai membunuh pun tidak segan-segan dilakukannya.


Nasi yang berada di bagian bawah tumpeng menggambarkan orang-orang yang masih muda tingkat spiritualnya atau kedewasaan rohaninya. Jumlah nasinya sangat banyak sekali. Daerah area lingkarannya sangat lebar sangat luas. Nasi tersebut masih bersinggungan & bercampur dengan segala macam lauk pauk. Hal ini memberikan gambaran bahwa orang-orang yang berada di tataran rohani yang sedemikian ini masih sangat bebas sekali melakukan apa saja menurut sekehendak hawa nafsunya. apa aja, hatinya juga masih sangat terbuka sekali untuk melakukan semua perbuatan hidup yang baik maupun yang buruk. Tidak ada batasan hukum agama, hukum negara pun dilanggarnya.


Lebih naik ke atas telah lepas sama sekali dari lauk pauk. Daerah areanya semakin menyempit, menyempit, menyempit, sampai hanya muat satu diri saja/ satu upa atau nasi saja. Hal tersebut memberikan gambaran bahwa semakin dewasa kerohanian atau tataran spiritual seseorang dia sudah tidak lagi sebebas mereka-mereka yang ada di bawahnya. Secara otomatis hatinya menolak untuk berpikir, bertutur kata & berbuat yang buruk, yang jahat. Praktis hidupnya semakin baik.


Sampai yang ada di tataran teratas sudah lepas sama sekali dari pikiran-pikiran, perkataan-perkataan, maupun perbuatan-perbuatan yang buruk, yang jahat ... sudah kudus/ bersih/ suci. Nasi yang berada di atas ditumpu oleh nasi yg berada di bawahnya. Hal ini memberikan gambaran bahwa posisi "kudus" itu bertumpu dari perilaku mereka-mereka yang ada di bawahnya, yaitu dengan dihina, diremehkan, dianiaya, difitnah, dihujat, dicaci-maki, disumpah-serapahi, diperlakukan dengan secara tidak adil secara duniawi. Dengan demikian sudah sepantasnya bahwa mereka-mereka yang berada di tataran spiritual di atas harus berterima kasih apabila mereka mendapatkan perlakuan-perlakuan yang buruk yang tidak adil seperti tersebut di atas. Sudah seharusnyalah mereka-mereka yang berada di tataran paling atas selalu melindungi, mendoakan, & melayani mereka yang ada di bawah dengan penuh kasih.


Semoga uraian sedikit & sederhana ini ada gunanya bagi anda semua untuk semakin memantapkan langkah di jalan pulang kepada TUHAN, yang merupakan asal kita semua & merupakan tujuan pulang kita semua. Semoga terberkatilah kita semua. RAHAYU, RAHAYU, RAHAYU ... 


Orang yang sungguh-sungguh beriman tidak mangro tingal, pandangannya satu ... hanya tertuju kepada GUSTI ALLAH saja.

Rabu, 20 April 2022

LATIHAN ROHANI ILMU SUMARAH 21-04-2022

SEDIKIT TENTANG PEMAHAMAN GERAK ROHANI KITA

Ada seorang peternak ayam, dia diberi telor itik oleh sahabatnya kemudian menetaskan telor itik tersebut bersama-sama dengan telor ayam yang lain di satu induk ayam. Setelah menetas, anak itik & anak ayam hidup bersama setiap harinya sedangkan sang induk dengan penuh kasih merawat semua anak - anaknya itu, mulai dari jenis makanan, pola mencari makan, cara bertahan dalam kehidupan, cara berkomunikasi dan lain sebagainya. Mereka melakukan bersama didalam hari-harinya didalam suatu kandang.  Namun perlahan si itik kecil sudah beranjak dewasa, mulailah mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia temui. Secara tidak sengaja pergilah si anak itik ke kolam ikan yang berada tidak jauh dari kandang ayam & spontan menceburkan dirinya untuk bermain didalam kolam ikan tersebut. Setelah hari mulai siang biasa ayam mulai berteduh ditempat yang rindang, & betapa terkejutnya induk ayam ketika melihat sang buah hatinya tercebur didalam kolam, tampak sang induk berlarian ditepi kolam sambil berteriak sekuat-kuatnya untuk memberi tanda pada ayam-ayam yang lain, lalu mulailah keributan dikandang ayam yang tadinya tenang menikmati jam siang untuk istirahat karena peristiwa itu, lalu berubah gemerincing seperti atap seng yang terkena hujan hehehehe ..... dengan tenang si itik dewasa berenang bahagia didalam kolam, sesekali sambil memasukkan kepalanya kedalam air serta membasuh tubuhnya agar bersih & si itik dewasa tidak merasakan gejolak hati sang induk ayam & saudara ayam-ayam yang lain dipinggir kolam disekitar kandang ayam tersebut yang sangat mengkhawatirkannya. Setelah benar-benar puas berenang, si itik dewasa tadi kemudian menepi berjalan ke kerumunan saudara-saudara lainnya untuk menghangatkan diri dibawah terik matahari sekaligus mengeringkan bulu-bulunya, sesaat kemudian sang induk ayam & pejantan mendatanginya sambil ngomel tidak karuan karena si induk merasa tindakan itik dewasa itu sangatlah membahayakan keselamatan dirinya & membuat khawatir orang tuanya. Dalam benak si itik dewasa, dia merasa bingung ketika diomeli, karena bagi si itik berenang dalam kolam ikan sangatlah biasa/ sangatlah wajar bagi dirinya.

Suatu ketika si peternak ayam ingin mengembangkan usahanya yaitu mencoba beternak itik, dia membeli beberapa pasang itik berikut anaknya. Dibangunlah kandang baru bersebelahan dengan kandang itik tersebut. Di pagi yang cerah seperti biasa si peternak waktunya memberi makan ternak-ternaknya itu, ayam serta itik sudah bersiap didekat wadah pakan yang sudah disediakan, begitu peternak menuang makanan ke wadah-wadah tadi, seketika itu juga antara itik & ayam langsung menyantapnya hingga habis tidak bersisa.

Waktu sudah menunjukkan siang karena matahari sudah tepat diatas kepala, kebiasaan ayam berkelompok untuk berteduh sambil beristirahat untuk membersihkan tubuhnya, sedang para itik karena gerah siang mereka satu persatu menceburkan diri kedalam kolam dan membasuh tubuhnya agar bersih sambil menikmati snack ringan yaitu memakan ikan-ikan kecil dikolam. Spontan si itik dewasa yang dibesarkan sang induk ayam tadi melihat kumpulan itik, masuk didalam air namun dia seketika merasa ada keanehan-keanehan terhadap dirinya, mengapa dia dilarang oleh orangtuanya? Padahal dia tidak merasakan bahwa berenang dikolam adalah hal yang berbahaya ... mulailah hatinya bergejolak hebat antara salah & benar, serta mulai berfikir, siapakah aku? Mengapa aku asing dikumpulan keluarga ayam ini? Mengapa kebiasaanku berbeda dengan mereka? Mengapa bahasa ayam terasa asing di pendengaranku?. Lalu dengan tekad bulat bagai baja, si itik dewasa tadi memberanikan diri untuk diam-diam menyelinap dari kumpulan ayam yang sedang berteduh untuk masuk kedalam kolam ikan bersama kumpulan itik-itik yang lain. Kemudian masuklah ia kedalam kolam yang segar & dingin itu, sambil sesekali menyapa kumpulan itik yang lain. Didalam benak itik dewasa ia merasa nyaman serta bahasa dikumpulan itik itupun juga ia mengerti, dengan kebiasaan kebiasan yang serupa, itik dewasa disambut dengan suka cita didalam kumpulan itik-itik itu. Berangsur si itik dewasa mulai menyadari bahwa ia sebenar-benarnya adalah anggota keluarga para itik. Menjelang sore serta seterusnya, si itik dewasa mulai berdiam & tinggal dikandang itik meninggalkan keluarga yang selama ini membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Begitupun dalam perjalanan kita dalam kehidupan ini, otomatis diri tergerak mencari, misal : pencuri dikelompokkan dengan pencuri, yang suka ribut-ribet dikelompokkanlah pula dengan yang suka ribet ribut dsb.  Atau dalam pemahaman lain, ketika kita memihak, ditempa dari kecil, terlebih dikuasai oleh ego & nafsu, maka secara otomatis diri kita akan merasa asing didalam suatu keluarga, komunitas, asing dalam kumpulan para rohaniwan & secara otomatis tentu tergiring untuk spontan mencari keluarga ego & nafsu, kelompok ego & nafsu, teman-teman yang beriman pada ego & nafsu, lingkungan yang melegalkan ego & nafsu, sahabat supranatural, klenik, terjangkit penyakit supranatural yang konon disebut teluh, santet & sejenisnya, dimana yang mengobatipun juga otomatis mengarah ke lingkup paranormal, dukun yang memang mengandalkan energi ego & nafsunya sebagai tuhannya, yang membawa kepada keduniawian. Sebaliknya jika kita patuh kepada tuhan yang roh suci/ nurullah maka seperti itik dewasa tadi, karena ketika diri ini memiliki kesadaran yang tinggi untuk mengabdi pada tuhan dengan penuh tekad bulat, maka secara otomatis  menuntun bertemu dengan keluarga yang sesungguhnya, yang suci & kudus, memiliki pasangan yang relative bersih jiwanya, mencari komunitas - komunitas kudus, terjalin kepada teman-teman yang bersih jiwanya, tergabung dalam kelompok - kelompok rohaniwan yang berhubungan dengan ketuhanan, sudah tidak ada lagi terpikirkan santet, teluh, tenung, hidup selalu tenang tenteram karena manut, patuh kepada tuhan sebagai penyelenggara kehidupan ini karena penataan tuhan jauh lebih sempurna yang memang sebenar-benarnya kita berasal dari jalan kasih & tentu kita harus kembali kepada jalan kasih pula.

Demikian penggambaran gerak rohani kita, dari pengalaman perjalanan rohani saya, semoga bisa menjadi perenungan  yang mendalam sehingga mampu meneguh kuatkan iman kita semua, rahayu.

 

 

 

 

 

 

Kamis, 17 Maret 2022

LATIHAN ROHANI ILMU SUMARAH 17/03/2022


Manusia diciptakan dari sperma & ovum yang sangat kecil lalu menjadi zigot ... dari seorang ayah & Ibu, lalu apakah sperma & ovum tersebut begitu saja ada didalam ayah & ibu?, tentunya itu semua adalah kuasa Tuhan. Hingga manusia dewasa & tua itu semua adalah kuasa Tuhan dalam mencukupi ciptaanNya misal, oksigen yang gratis setiap hari meskipun engkau membenci Tuhan karena Tuhan adalah Kasih maka tetaplah semua kebutuhan itu Tuhan berikan, permisalan yang berikutnya yaitu biji pohon asam yang sangat kecil hingga dapat tumbuh menjadi pohon asam yang besar sekali, begitulah kasih Tuhan meliputi semua benda didunia ini, karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan oleh sebab itu janganlah engkau menghawatirkan akan hari esok, tidak bisa makan, tidak mendapat bagian rezeki dll, capailah sumber energi tuhan yang maha besar. Generator energi terbesar adalah Tuhan, yang tidak akan habis meski dunia ini habis, dimana untuk dibagikan kepada tanaman, hewan, manusia & seluruh kehidupan dibumi ini sehingga kita tidaklah perlu meminta pembagian energi dari tuhan kepada sesama kita loh hehehehe ....

Ketika jiwa kotor, itu tidak bisa dibersihkan dengan semacam ruwatan atau ruqyah & sejenisnya karena itu semua adalah doa & harapan yang mana terserah Tuhan untuk mengabulkannya. Sedang sebenar-benarnya pembersihan jiwa itu jalan satu-satunya adalah dengan siksa ragawi & tidak ada jalan lain dengan dihina diam, ditipu meski raga tau akan ditipu itu tetap dijalani, difitnah diam tidak mencari kebenaran, diberi sakit penyakit dijalani dengan penuh syukur & berobat seperti pada umumnya tidak mengandalkan kekuatan yang lain, tidak menduakan Tuhan, diberi kesulitan ekonomi pun juga demikian dijalani dengan penuh keikhlasan dll dengan hanya berjalan dijalan Tuhan yaitu tidak mempergunakan ego/ nafsu, tidak menuntut tuhan, tidak menggerutu pada Tuhan. Ibarat kaca yang buram itu roh suci tidak bisa berbuat apa-apa krn tertutup oleh dosa, begitupun juga yang dari luar juga demikian, tidak bisa melihat kedalam/ informasi dari luar tidak dapat masuk boleh dikata ketika paranormal mengetahui sesuatu tapi dalam kondisi jiwa yang masih sangat kotor atau tidak mau menjalani pembersihan dengan mengakali segala penderitaan raganya, itu berarti bisa dipastikan informasi yang diterima oleh paranormal itu bukan atas dasar bimbingan roh kudus/ nurullah. Dengan memakai sejenis jin, kodham, perewangan dll yang difokuskan untuk memperkuat indra/ pikiran & hanya untuk kebutuhan duniawi saja bukan kebutuhan rohani/ rasa & informasi dari paranormal itupun kadang bisa terjadi & bisa juga tidak terjadi ibarat fatamorgana, krn kuasa Tuhan. Sedang dampak yang mengiringi ketika kita mempergunakan kekuatan-kekuatan selain dari kekuatan tuhan adalah kesulitan untuk kembali kepada tuhan atau yang disebut inallilahi wainailahi rojiun atau bali mulih mulanira, yang dimaksud adalah ketika meninggal roh kita, jiwa kita mampu kembali kepada Tuhan ketika kita masih hidup maknanya adalah terkikisnya ego kita hingga dititik nol.

 Ketika jiwa belum siap kembali kepada tuhan karena kekotorannya otomatis akan masuk kedalam alam kubur/ alam jin (kajiman) dimana yang dalam kenyataan sebenar-benarnya bisa kita saksikan sewaktu misal ada pertunjukan jatilan, reog, yoni pusaka, kesurupan, batu keramat, pohon keramat itu yang masuk adalah arwah-arwah yang belum sempurna/ belum bersih jiwanya sehingga mereka berupaya sedapat-dapatnya mencari raga entah benda mati atau mahluk hidup supaya bisa berbuat baik sedikit demi sedikit karena untuk membersihkan jiwanya itu tadi dimana haruslah menjalani keadaan yang demikian hingga menunggu sekehendak tuhan entah puluhan tahun ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun lagi dalam mengangkat martabat mereka dengan semisal diberi raga hewan atau diberi raga manusia untuk mengulang kembali proses pembersihan jiwa tersebut hingga benar-benar bersih sesuai dengan kehendak-Nya.

 

Semoga wacana tersebut mampu meneguh kuatkan iman para saudara semua, Rahayu

Rabu, 10 November 2021

INTI AJARAN KASIH DARI RADEN MAS PANJI SOSROKARTONO kakanda dari RADEN AJENG KARTINI

SURA DIRA JAYA NING RAT LEBUR DENING PANGASTUTI ... Sifat dan sikap yang paling berani, paling perkasa di seluruh alam semesta ini akan lebur oleh KASIH SAYANG

NGLURUG TANPA BALA ... Mendatangi tempat orang yang tidak menyenangi kita tanpa teman-teman, tidak suka mengajak teman untuk mengatasi masalahnya.

DIGDAYA TANPA AJI ... Sakti  tanpa ilmu kesaktian, orang yang sungguh-sungguh beriman total hanya pada Tuhan saja akan selalu dapat menghadapi dan menyelesaikan segala masalah dengan baik, benar, selamat jasmani dan rohani tanpa mantra kesaktian,

SUGIH TANPO BONDHO ... Apabila seseorang benar-benar ikhlas dalam melakukan segala hal, untuk menolong sesama yang sangat membutuhkan bantuan, maka tuhanpun akan membalaskan keikhlasan itu dengan segala macam KASIH yang tercurah juga.

MBEDAH TANPA PEDANG ... Menundukkan tanpa pedang/ senjata, apabila Tuhan berkenan pada cara/ jalan hidup seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia.

MENANG TANPA ANGASORAKE ... Menang tanpa merendahkan tanpa mengalahkan/ yang dikalahkan tidak merasa kalah yang dibenarkan tidak merasa benar, akan selalu dapat mempergunakan kata-kata yang tepat, tindakan yang tepat, untuk menunjukkan kebenaran pada seseorang tanpa membuat seseorang tersebut merasa dipermalukan didepan umum maupun secara sendiri berhadapan muka.

TRIMAH MAWI PASRAH ... Pada akhirnya sikap batin pasrah atau berserah diri pada Tuhan karena sedikit demi sedikit akan mengurangi keaktifan EGO sampai mengeliminasi keaktifan EGO, sedikit demi sedikit akan menumbuhkan KASIH di dalam hati, di dalam batin, di dalam sanubari, di dalam kalbu, di dalam jiwa ... narima dengan penuh penyerahan diri.

ANTENG MANTHENG SUGENG JENENG ... KASIH ini merupakan puncak pencapaian laku pasrah atau berserah diri secara total kepada Tuhan. Tenang fokus, selamat dan dapat menyaksikan kenyataan yang sebenarnya.

LANGGENG TAN ANA BUNGAH TAN ANA SUSAH TAN ANA LARA TAN ANA PATI ... dengan KASIH kita menyatu dgn seluruh alam semesta, abadi tiada rasa senang, tiada rasa gembira, tiada rasa susah.

 

Minggu, 03 Januari 2021

MAKNA CERITA ENTIK-ENTIK PATENANA SI PENUNGGUL


Alkisah adalah lima orang anak bersaudara yang hidup rukun penuh kasih sayang satu sama lain di sebuah negara semesta.


Yang sulung bernama JEMPOL seorang anak yang gemuk , yang nomor dua bernama PENUDING, yang nomor tiga yang paling tinggi postur tubuhnya bernama PENUNGGUL, yang nomor empat, yang postur tubuhnya paling tinggi nomor dua sesudah PENUNGGUL di antara kelima bersaudara tersebut, bernama MANIS, sedangkan yang bungsu yang paling kurus tubuhnya dibanding saudara-saudaranya yang lai bernama JENTIK.


Kelima anak tersebut setiap harinya bekerja membantu orangtuanya, bahu membahu satu sama lain, bersatu padu selalu, semua pekerjaan dikerjakan secara bersama-sama, berat sama-sama diangkat, ringan sama-sama dijinjing. Ke mana-mana mereka pun selalu bersama-sama, ta terpisahkan sama sekali sepanjang waktu.


Pada suatu hari, setelah bekerja seharian, setelah membersihkan tubuh mereka, pergilah mereka ke teras tempat peristirahatan mereka setiap hari setelah bekerja seharian. Di sana sudah ada lima gelas Milo 3 in 1 hangat segelas seorang. Di sana juga ada sepiring agar-agar bundar untuk mereka berlima, namun belum diiris, belum dibagi lima. Tiba-tiba entah karena sangat lelah entah karena sangat lapar PENUNGGUL yang badannya paling tinggi dan tanggannya paling panjang langsung mengambil sepiring agar-agar itu dan dihabiskannya sendiri tanpa melihat kanan-kiri dan tanpa berkata sepatah kata pun jua kepada keempat saudaranya yang lain. Maka tanpa dapat ditahan-tahan lagi PENUDING yang sifatnya paling pemarah di antara mereka berlima itu langsung menunjuk-nunjuk PENUNGGUL sambil mengata-ngatai PENUNGGUL dengan kata-kata yang sangat kasar sekali. MANIS dan JENTIK juga sangat marah sekali. PENUNGGUL diam saja.


Maka dengan sangat geram MANIS berkata kepada JENTIK, "ENTHIK..ENTHIK, PENUNGGUL PATENANA ( jentik...jentik, bunuhlah PENUNGGUL )


PENUDING yang merasa mendapat angin ikut-ikut menasehati JENTIK, "YA, BENER, YA, BENER, AGER-AGER ENAK SEGER ( iya, benar, iya, benar, agar-agar enak segar )


Mendengar kata-kata MANIS itu si sulung JEMPOL berkata kepada JENTIK, "AJA...DHI...AJA...DHI...SADULUR TUWA MALATI ( jangan...Dhik...jangan...Dhik... saudara tua membawa tuah )


Dan saudara-saudaranya semua mendengarkan kata-kata JEMPOL, taat patuh pada kata-kata JEMPOL, mereka pun mengampuni PENUNGGUL, dan selanjutnya penuh canda tawa penuh KASIH kembali.


MAKNA YANG SANGAT RELEVAN UNTUK KITA SEMUA DI SAAT INI SEDANG BANGSA DAN NEGARA DILANDA BERMACAM-MACAM MUSIBAH, KECELAKAAN, KONFLIK, PERTIKAIAN, PERTENTANGAN KEPENTINGAN, KEKACAUAN, KETIDAKADILAN, PENINDASAN, BENCANA ALAM.....

ADALAH.......

JANGANLAH KITA SALING BUNUH MEMBUNUH (menjatuhkan nama baik, membunuh karakter, menjatuhkan dari jabatan, memfitnah, mendiskreditkan, memberikan cap sesat, memberikan cap kafir) HANYA MASALAH MAKANAN (jabatan, harta, kekuasaan, uang, dukungan umat, dukungan pilitik) BELAKA DALAM ARTIAN YANG SANGAT MENYELURUH DAN SANGAT LUAS SEKALI.........WUJUDKANLAH HUKUM KASIH DENGAN LAKU KASIH DI DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI....SALING MENGAMPUNI ADALAH SOLUSI TERBAIK DI DALAM MENYELESAIKAN SETIAP PERMASALAHAN YANG TIMBUL...BIARLAH HUKUM TUHAN YANG MENYELESAIKAN SEGALANYA...JANGANLAH KITA MUDAH MENGIKUTI BISIKAN HAWA NAFSU YANG NEGATIF......DENGARKANLAH BISIKAN NAFSU YANG BAIK DAN POSITIF...

CERITERA INI JUGA MEMBERIKAN GAMBARAN KEHIDUPAN HARMONIS NAFSU-NAFSU KUNING (ARI-ARI), MERAH (GETIH), HITAM (PUSER)  YANG SELALU TUNDUK TAAT PATUH KEPADA NAFSU YANG BAIK YAITU NAFSU PUTIH (KAKANG KAWAH) SEBAGAI SAUDARA TERTUA ATAU SAUDARA SULUNG.......NAFSU-NAFSU INI SANGAT PATUH PADA BIMBINGAN ORANGTUANYA YAITU ROH DAN JIWA.......NAFSU-NAFSU INI SETIAP SAAT SETIAP WAKTU BEKERJA MEMBANTU ORANGTUANYA.....SAUDARA TERTUA ATAU SAUDARA SULUNG KAKANG KAWAH TUGASNYA MENJAGA KESELAMATAN SELURUH BADAB JASMANI, DAN MEMBANTU MENCAPAI TUJUAN YANG BAIK...ADHI ARI-ARI BERTUGAS MELINDUNGI SELURUH BADAN JASMANI DAN MEMANCARKAN WIBAWA PRIBADI...GETIH BERTUGAS MEMBANTU KARYA TUHAN UNTUK MEWUJUDKAN SEMUA KEHENDAK TUHAN DI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.....SEDANGKAN PUSER BERTUGAS UNTUK MEMBANTU MENYAMPAIKAN PERMOHONAN KEPADA TUHAN DAN MENGABULKAN PERMOHONAN KITA....SEMUA MASALAH DISELESAIKAN DENGAN DASAR HUKUM TUHAN YAITU HUKUM KASIH.....

DARI SUDUT PANDANG SPIRITUAL DAPATLAH DIPETIK SUATU PELAJARAN YANG SANGAT BERHARGA DARI CERITERA TERSEBUT YAITU BAHWA MEREKA YANG LANGSUNG MELAKUKAN PENGETAHUAN SPIRITUALNYA DI DALAM KEHIDUPAN MEREKA SEHARI-HARI ITULAH YANG AKAN MENDAPATKAN BUAH DARI LAKU SPIRITUALNYA TERSEBUT...BUKAN MEREKA-MEREKA YANG HANYA DIAM SAJA TIDAK MELAKSANAKAN PENGETAHUAN LAKU SPIRITUALNYA.....


Demikian uraian sangat sederhana sekali dan sangat naif sekali mengenai makna Ceritera Enthik, Enthik, Patenana Si Penunggul


Rahayu, Rahayu, Rahayu


Damai sejahtera penuh kasih selalu


Om shanti shanti shanti Om

DONGENG PUTERI PERISADE DAN LAKU GENI ARA

Alkisah di jaman dahulu kala ada sebuah negara yang diserang oleh musuh-musuh yang sangat jahat...penuh angkara murka....penuh perbuatan maksiat......tidak menyembah TUHAN....hanya mendewakan dirinya sendiri-sendiri.......negara kacau balau....rakyat menderita...rakyat dilarang menyembah dan berbakti kepada TUHAN..........

 

...para ksatria yang terpanggil untuk melawan para musuh selalu gagal karena musuh jahat begitu kuatnya......mereka dirubah menjadi batu..........

 

........SANG HYANG WIDDI pun tergerak untuk segera mengakhiri penderitaan rakyat yang sangat dikasihi-NYA itu.........SANG HYANG WIDDI menurunkan petunjuk kepada seorang Berahmana bahwa musuh akan lari ketakutan apabila BURUNG BULBUL yang berada di atas Gunung Budi dibawa turun ke negara.........yang dapat mengambil Burung BULBUL itu adalah seorang ksatria yang dapat mendaki Gunung Budi dengan selamat..........supaya selamat SANG HYANG WIDDI berpesan supaya setiap ksatria yang menaiki Gunung Budi jangan sampai berpaling apabila mendengar suara-suara apa pun juga pada waktu mendaki Gunung Budi tersebut...........apabila berpaling maka dia akan berubah menjadi batu seketika itu juga.............oleh Brahmana tersebut petunjuk SANG HYANG WIDDI ini disebar luaskan keseluruh penjuru negeri.....................

 

...banyaklah ksatria-ksatria yang merasa terpanggil untuk melepaskan penderitaan rakyat berusaha melaksanakan petunjuk SANG HYANG WIDDI utu...........namun belum ada seorang pun yang berhasil....mereka selalu berpaling....pada waktu mendengar suara-suara yang memanggilnya pada waktu mendaki Gunung tersebut.........dan seketika itu juga mereka pun berubah menjadi batu-batu.....sehingga di Gunung Budi tersebut dari kaki gunung sampai mendekati puncaknya terlihat banyak sekali batu-batu besar-besar yang berserakan...............

 

Alkisah....ada seorang puteri namanya Puteri Perisade juga terpanggil hatinya untuk segera melepaskan penderitaan rakyat dari cengkeraman musuh-musuh jahat itu................... 

 

...dengan tenang Puteri Perisade mendaki Gunung Budi...diingat-ingatnya sungguh-sungguh pesan SANG HYANG WIDDI yang dikatakan oleh Sang Brahmana....................

 

........baru mulai menginjakkan kakinya di kaki gunung Puteri Perisade sudah dipanggil suara.."Wahai, Puteri yang cantik jelita, Puteri Perisade.."...Puteri Perisade tidak menghiraukan dia pun terus melangkahkan kakinya mendaki gunung itu...semakin tinggi dia mendaki gunung itu semakin ramai dan semakin keraslah suara-suara yang mengganggunya...ada yang berteriak-teriak mohon pertolongan...ada yang merintih kesakitan......ada yang mohon makanan karena menderita lapar...ada yang mohon air karena sudah sangat haus....ada yang berteriak-teriak ketakutan......ada yang menyumpahserapahi ayahanda dan ibunda Puteri Perisade...ada menyumpahserapahi Puteri Perisade dengan kata-kata yang sangat kasar dan kotor...... ada yang mengatakan Puteri Perisade adalah seorang pembohong, penipu, pelacur, pendurhaka, penyembah berhala, kafir, sesat....ada yang memuji-mujinya...ada yang merayunya...ada yang menyanjungnya....ada yang meneriakkan kebaikan-kebaikannya......ada yang meneriakkan kekudusannya............ada yang menjerit-jerit tanpa arah dan tujuan......ada yang mengancam....ada yang menakut-nakuti........

 

........semuanya tidak ada yang dapat mempengaruhi hati Puteri Perisade...dengan amat tenang..dan berani...Puteri Perisade terus melangkahkan kakinya dengan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian...dan juga dengan terus menerus hati jiwa Puteri Perisade selalu di dalam kondisi berserah diri total sumarah kepada SANG HYANG WIDDI............

 

...setapak demi setapak selangkah demi selangkah...Puteri Perisade mendaki Gunung Budi.....pada akhirnya sampailah uteri Perisade di puncak Gunung Budi yang tenang...hening...sejuk...sudah tidak terdengar lagi suara-suara yang hiruk-pikuk kacau balau yang menderanya tadi.........pandangan luas terhampar di hadapan Puteri Perisade.........di puncak Gunung Budi itu ada sebuah pohon yang bernama Pohon HIDUP....nah di pohon HIDUP itulah burung BULBUL ITU bertengger......bulunya halus....putih bersih......pandangan matanya bening sejuk tajam penuh kasih sayang yang tidak terhingga..........burung BULBUL memandang Puteri Perisade dengan penuh kasih sayang....Puteri perisade menghampirinya dan memegangnya dengan sangat lembut......burung BULBUL pun mulai berkicau sangat merdu...suaranya berkumandang sampai ke seluruh alam semesta......menyentuh rerumputan..pepohonan....Puteri Perisade pun mulai berjalan menuruni Gunung Budi...dengan burung BULBUL bertengger di tangan Puteri Perisade.........

 

...keajaiban pun terjadi setapk demi setapak Puteri Perisade turun dan Suara Burung BULBUL menyentuh bebatuan besar-besar di sekitarnya batu-batu besar-besar yang berserakan itu pun berakih rupa menjadi manusia kembali para ksatria yang telah mendahului Puteri Perisade.......begitu seterusnya sampai Puteri Perisade memasuki jantung Keraton..........semua berubah menjadi manusia yang bersuka cita dan mengelu-elukan Puteri Perisade....dan Puteri Perisade pun dinobatkan sebagai Ratu.............

 

....................musuh-musuh jahat berlarian ketakutan mendengar suara Burung BULBUL yang sangat kudus itu................

 

...dongeng tersebut mengungkapkan sebuah laku yang sangat berat sekali yang harus dijalani setiap orang yang menjalani "Tapa Ngrame".............yaitu LAKU GENI ARA....yaitu laku yang membimbing kita untuk dengan ikhlas sabar penuh penyerahan diri total sumarah kepada TUHAN membiarkan diri kita menjadi bulan-bulanan kata-kata, suara-suara, bisik-bisik, yang tidak enak, yang menyakitkan, yang merendahkan, yang menghina, yang dengan sengaja memancing kemarahan kita, yang menyanjung, yang memuji, yang merayu, yang menyebar luaskan kebaikan-kebaikan kita, yang menyebarluaskan keburukan-keburukan kita, yang memfitnah, yang mengutuk, yang mencaci maki, yang menyumpahi....yang berasal dari keluarga, teman, tetangga, dan masyarakat luas....................................apabila kita dapat mengatasi semua cobaan dan godaan itu dengan baik seperti Puteri Perisade maka kita akan dibimbing langsung oleh Roh kita yang suci yang merupakan Percikan DZAT TUHAN yang di dalam dongeng itu dikiaskan dengan BURUNG BULBUL yang bersuara sangat bening jernih bersih dan kudus yang memancar ke seluruh alam semesta..........................musuh-musuh jahat yang merupakan kiasan dari hawa nafsu kita yang jahat akan tidak berdaya...akan berlarian ketakutan tunduk takluk pada bimbingan Roh untuk tunduk taat patuh menyembah dan mengabdi TUHAN....kita pun akan menjadi Ratu yang lemah lembut yang dibimbing Roh memanage seluruh kegiatan jiwa raga..................untuk mengabdi TUHAN dengan baik dan benar.................

 

......apabila kita mendengarkan suara-suara yang sangat panas seperti "GENI" seperti api itu....kita terpancing untuk mengikuti dorongan hawa nafsu kita membalas suara-suara yang panas seperti "GENI" seperti apa dengan marah-marah, bertengkar mulut, padu, sakit hati, kecewa, dendam, sombong, arogan, kita akan menjadi batu..............artinya hati kita akan mengeras..keras seperti batu....ditinggalkan oleh RASA SEJATI yang juga merupakan sinar dian yang memberikan petunjuk di dalam hati kita yang suci.........

 

....semoga dongeng ini dapat berguna untuk jembatan keledai di dalam laku kita "TAPA NGRAME"......di dalam kehidupan kita sehari-hari............

 

......kita harus seperti Puteri Perisade........yang menghadapinya dengan...............tenang...damai...hening....sumarah kepad TUHAN........eling lan waspada............TRIMAH MAWI..... PASRAH SUWUNG PAMRIH TEBIH AJRIH.....DIGDAYA TANPA AJI...MBEDHAH TANPA PEDHANG....NGLURUG TANPA BALA......MENANG TANPA ANGASORAKE.........SURA DIRA JAYANING RAT LEBUR DENING PANGASTUTI..................................

Hati hening, batin hening, jiwa hening, raga hening.